
Tips untuk menjalani perawatan dengan masker terapi radiasi
Saya didiagnosis menderita timoma, suatu bentuk kanker yang langka, dan dokter saya saat itu mengatakan bahwa saya hanya memiliki waktu dua bulan untuk hidup jika saya tidak menjalani pembedahan.
Pada saat itu, rasa takut dan ketidakpastian menyelimuti saya, tetapi saya juga membuat pilihan: saya akan berjuang.
Pertanyaan yang sering orang ajukan kepada saya adalah, “Bagaimana rasanya? Bagaimana anda bisa terkena kanker?” Jika dipikir-pikir, tanda-tanda awalnya memang samar namun mengkhawatirkan—sesak napas, kelopak mata terkulai, dan ketidakmampuan untuk berbicara lebih dari 10-20 menit. Otot-otot wajah saya, terutama di sisi kanan, mudah lelah. Gejala-gejala ini mengarah pada miastenia gravis, penyakit neuromuskular langka yang sering menyertai timoma. Sebagai tambahan tantangan, saya juga menderita gangguan autoimun.
Pada Juni 2014, saya bertemu dengan Dato' Dr. M. Amir Shah, seorang ahli radiologi dan onkologi yang penuh perhatian dan sangat terampil. “Saya belum pernah menangani kasus timoma seperti kasus anda sebelumnya,” katanya, “tetapi kami akan melakukan yang terbaik. Obat terbaik adalah hati yang gembira.”
Kata-kata itu menjadi mantra saya saat saya memulai rangkaian pengobatan yang melelahkan: 12 siklus kemoterapi dan 33 sesi radiasi. Secara ajaib, pengobatan itu berhasil, dan saya bebas kanker pada tahun 2018.
Namun kanker adalah musuh yang tak kenal lelah, menguji bukan hanya tubuh tetapi juga jiwa. Pada tahun 2018, saya menghadapi pertempuran lain ketika timoma kembali menyerang. Kali ini, saya menjalani pengobatan intensif yang meliputi empat siklus kemoterapi dan 20 sesi radiasi. Perjalanan itu melelahkan, tetapi sekali lagi, saya muncul sebagai pemenang, mengalahkan kanker untuk kedua kalinya.

Namun, perjuangan masih jauh dari selesai. Pada tahun 2023, kanker itu kembali untuk ketiga kalinya—pukulan telak setelah bertahun-tahun berjuang. Meskipun menjalani enam siklus kemoterapi, kanker tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Bulan-bulan itu sangat melelahkan secara emosional dan fisik, dipenuhi dengan ketidakpastian dan ketakutan terus-menerus akan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Akhirnya, pada Januari 2024, harapan kembali muncul. Setelah menjalani tujuh sesi kemoterapi tambahan dan lima perawatan radioterapi terfokus di Icon Cancer Centre di Island Hospital, Penang, pemindaian PET pada Oktober 2024 mengkonfirmasi bahwa saya kembali bebas kanker.
Melawan kanker ibarat berperang. Melelahkan, menyakitkan, dan terkadang, membuat putus asa. Namun, di setiap tahap perjalanan ini, Dato' Dr. M. Amir Shah dan timnya selalu berada di sisi saya. Perhatian tulus, keahlian, dan ketersediaannya 24/7 membuat hal yang tak tertahankan terasa mungkin. Bahkan ketika saya mengirim pesan kepadanya larut malam, beliau selalu merespons dengan cepat, menawarkan bimbingan dan jaminan. Dedikasi Dato' Dr. Amir yang tak tergoyahkan sangat berperan penting dalam perjuangan saya selama 10 tahun melawan timoma.
Bahkan di tengah perlawanan kanker yang tak henti-hentinya, hati yang gembira dan harapan yang teguh dapat mengubah hal yang mustahil menjadi kemenangan yang layak diperjuangkan.
Menerima diagnosis anda adalah langkah pertama. Kemarahan, kesedihan, dan kekecewaan adalah hal yang wajar, tetapi itu tidak akan membantu anda sembuh. Sebaliknya, fokuslah untuk menghadapi perjalanan ini dengan tenang dan penuh penerimaan.
Kemoterapi seringkali membuat anda merasa mudah tersinggung dan gelisah. Ketika perasaan ini muncul, ingatkan diri anda—dan orang-orang di sekitar anda—bahwa itu adalah efek obat. Komunikasi adalah kunci untuk menjaga hubungan selama masa sulit seperti ini.
Meskipun penting untuk menerima bantuan, cobalah untuk mandiri sebisa mungkin. Kanker adalah perjuangan panjang, dan bergantung sepenuhnya pada orang lain dapat berdampak buruk pada anda dan mereka. Mempertahankan tingkat kemandirian tertentu juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan tujuan hidup anda.
Kanker adalah lawan yang tangguh, tetapi bukan berarti tak terkalahkan. Perjalanan hidup saya telah mengajarkan bahwa dengan sistem dukungan yang tepat, semangat yang gigih, dan "hati yang gembira," kita dapat mengatasi bahkan tantangan yang paling berat sekalipun.
Kepada mereka yang saat ini sedang berjuang melawan kanker, ingatlah: anda lebih kuat dari yang anda kira. Kelilingi diri anda dengan orang-orang yang menyemangati anda, percayai tim medis anda, dan jangan pernah kehilangan harapan. Hidup, bahkan di tengah badai tergelap sekalipun, layak diperjuangkan.
Ini adalah kisahku, dan kuharap ini dapat menginspirasimu untuk terus berjuang dalam perjuanganmu sendiri.

Jika anda memiliki pertanyaan tentang menjadi pasien di salah satu pusat kami atau mengakses layanan perawatan kami, kami siap membantu. Kami memahami bahwa menghadapi diagnosis kanker bisa sangat berat, dan kami dapat membantu anda memahami prosesnya dan langkah-langkah selanjutnya yang perlu diambil.

Beberapa terjemahan di situs web ini dibuat menggunakan AI. Meskipun telah ditinjau keakuratannya, terjemahan tersebut mungkin mengandung beberapa ketidaksesuaian. Kami tidak memberikan nasihat medis, dan untuk panduan medis yang dipersonalisasi, kami sangat menyarankan anda untuk berkonsultasi dengan profesional medis atau dokter yang berkualifikasi.